Rabu, 13 Januari 2010

Pernyataan beberapa ahli tentang komunikasi dan kepuasan kerja


*              Menurut Navi O’Reilly

Terdapat hubungan antara kualitas dan kuantitas komunikasi dengan kinerja organisasi. Contohnya, kinerja staff keuangan akan lebih efisien karena mereka menjalin komunikasi yang saling mendukung dan saling menyemangati satu sama lain. Antar staff juga sering melakukan komunikasi pada saat bekerja maupun saat sudah berada di luar jam kerja. Kualitas komunikasi yang baik dan juga intensitas komunikasi yang cukup ini membuat kinerja staff keuangan di salah satu perusahaan swasta ini lebih efisien.

 

*              Menurut Richetto and Wieman

Ada hubungan positif antara kepuasan dengan iklim dan efektivitas organisasi. Contohnya, apabila iklim dan efektivitas organisasi yang dibangun baik maka kepuasan organisasi akan maksimal. Teamwork suatu perusahaan yang akan melakukan kegiatan lapangan membagikan rundown acara dan pembagian tugas. Setiap anggota melakukan tugas dengan baik dan tepat waktu. Iklim dalam teamwork juga ikut mendukung kerja mereka. Teamwork mereka mempunyai solidaritas yang tinggi dan saling menghargai. Hasilnya adalah terpenuhinya informasi yang dibutuhkan perusahaan melalui kegiatan lapangan mereka. Dari sini kepuasan organisasi akan maksimal karena iklim dan efektivitas yang berjalan dengan baik.

 

*              Menurut De Wine and Barone

Jika kepuasan komunikasi bertambah, maka iklim organisasi akan bertambah positif secara umum. Contohnya, suatu perusahaan advertising berhasil memenangkan proyek iklan kampanye karena kerjasama yang baik dalam tim melalui komunikasi yang intensif dan membangun. Iklim dalam perusahaan tersebut juga turut bertambah positif karena semangat tim yang tinggi.

 

*              Menurut Schuler and Blank

Ada hubungan positif antara ketepatan komunikasi yang berkenaan dengan tugas, komunikasi kemanusiaan, dan komunikasi pembaruan dengan kepuasan kerja dan hasil yang dicapai oleh pekerja. Contohnya, seorang manager memberikan tugas kepada staffnya dengan bahasa yang lembut dan tidak ambigu. Hal ini akan berpengaruh pada kinerja staff. Staff akan menerima pekerjaan dan menyelesaikannya dengan baik dan tanpa tekanan. Berbeda dengan manager yang memberikan tugas dengan bahasa yang keras.

 

*              Menurut Osmo Wiio

Pertambahan arus pesan atau keterbukaan dari hasil komunikasi mungkin mempunyai pengaruh negatif kepada beberapa organisasi karena kelebihan beban atau bertambahnya harapan. Contohnya, dalam suatu rapat koperasi membahas tentang rencana studi banding ke luar kota. Banyak anggota koperasi yang mengemukakan pendapatnya tentang tujuan studi banding. Dari sekian banyak pendapat akhirnya hanya satu pendapat saja yang disetujui karena pertimbangan jarak yang tidak terlalu jauh dan biaya yang terjangkau. Anggota koperasi yang pendapatnya tidak disetujui akan merasakan ketidakpuasan yang semakin besar. Hal ini berdampak negatif kepada organisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar